Nama Orang Jepang

Apa nama orang Jepang yang paling kita kenal? Honda dan Suzuki! Ya, dua nama ini adalah nama orang. Keduanya adalah pendiri perusahaan otomotif raksasa yang produknya sudah tersebar ke seluruh dunia.

Bagaimana dengan Toyota? Banyak orang Jepang bernama Toyota. Tapi Toyota yang kita kenal sebagai merk mobil tidak diambil dari nama orang, melainkan dari nama kota asal perusahaan tersebut di dekat Nagoya. Sementara itu ada merk terkenal yang sebenarnya berasal dari nama orang, tapi tidak banyak yang mengetahuinya, yaitu Mazda dan Bridgestone. Mazda berasal dari nama Matsuda. Sedangkan Bridgestone berasal dari nama pendiri perusahaan itu, yaitu Ishibashi, yang artinya jembatan batu.

Nama-nama yang saya sebut di atas adalah nama keluarga. Orang Jepang relatif baru dalam memakai nama keluarga. Menurut catatan sejarah, baru pada era Meiji orang Jepang menggunakan nama keluarga. Sebelumnya hanya keluarga tertentu, seperti keluarga bangsawan yang memakai nama keluarga. Di era Meiji orang Jepang beramai-ramai mulai memakai nama keluarga. Yang tadinya tidak punya nama keluarga diberi nama keluarga secara instan.

Suzuki adalah salah satu nama yang paling banyak populasinya di Jepang. Pemakai nama ini terbanyak nomor dua setelah nama Sato. Konon nama ini diberikan begitu saja oleh pengelola desa/kampung pada zaman itu kepada banyak orang. Bahkan ada satu kampung yang semua penduduknya diberi nama keluarga Suzuki.

Nama orang Jepang kebanyakan menggunakan nama-nama alam, seperti yama (gunung), kawa (sungai), ki (pohon), hara (padang rumput), dan sebagainya. Nama-nama ini biasanya diambil dari nama daerah/kampung. Nama kampung itu sendiri awalnya diambil dari ciri khas kampung tersebut, yang tentu saja dengan nuansa alam. Contoh-contoh untuk nama-nama ini adalah Higashiyama (gunung timur), Shirakawa (sungai putih), Kobayashi (hutan kecil), dan sebagainya.

Ada juga nama keluarga yang berasal dari profesi keluarga tersebut. Hanaya adalah nama yang diambil dari profesi penjual bunga. Ookura (artinya lumbung) berasal dari keluarga penjaga lumbung. Peternak ayam memakai nama keluarga Torikai, yang arti lateralnya adalah peternak ayam.

+++

Orang Jepang menulis namanya dengan huruf kanji. Nama keluarga di depan, diikuti dengan nama diri. Pemilihan nama diri ini mengikuti suatu pola. Orang Jepang tidak hanya menandai urutan kelahiran, tapi memisahkan antara lelaki dan perempuan dalam urutan itu. Anak laki-laki pertama disebut chounan(長男, berikutnya jinan (次男), dan sannan untuk anak ke tiga(三男)、anak ke empat yonnan (四男). Cho artinya panjang, tapi juga sering dipakai menandai yang pertama/utama. Ji artinya yang berikut/nomor dua. San, dan yon adalah bilangan, tiga dan empat. Nan sendiri artinya laki-laki. Untuk anak perempuan urutannya adalah choujo(長女)、jijo(次女)、sanjo (三女), dan seterusnya.

Khusus untuk anak laki-laki biasanya diberi nama sesuai urutan lahir tadi. Anak lelaki pertama biasanya memakai suku kata ichi (satu), anak kedua ji (dua), ketiga zo, ke empat shi, dan seterusnya. Suku kata ini digabung dengan kanji yang merupakan symbol harapan orang tua pada anaknya, misalnya ken(健) yang artinya kokoh. Kombinasi kedua unsur tadi menghasilkan nama Ken-ichi, Kenji, Kenzo, dan seterusnya.

Nama-nama yang tidak menggunakan urutan kelahiran biasanya hanya menggunakan kombinasi kanji yang mencerminkan harapan orang tua pada anaknya. Nama anak laki-laki biasanya memakai kanji yang mewakili sifat maskulin.

Anak perempuan tidak diberikan sesuai urutan kelahiran sebagaimana anak lelaki. Nama anak perempuan biasanya berakhiran mi (美), artinya cantik, atau ko (子) yang artinya anak. Suku kata didepannya lagi-lagi berisi harapan orang tua terhadap anak. Contoh nama anak perempuan yang tipikal untuk jenis ini adalah Ayumi dan Naoko.

Banyak juga nama anak perempuan yang mengadopsi nama Barat, yang disesuaikan dengan pelafalan Jepang dan dipilihkan kanji yang sesuai dengan pelafan itu, seperti nama Erika atau Mariya.

Seperti saya tulis di atas, nama orang Jepang ditulis dengan huruf kanji. Ini menimbulkan kerumitan, karena ada banyak kanji yang cara membacanya sama. Demikian pula ada satu kanji yang cara membacanya berbeda-beda. Kanji ta(田)ada yang dibaca ta, tapi kadang dibaca da. Akibatnya kalau ada nama orang tertulis 中田 cara membacanya bisa Nakata atau Nakada. Sebaliknya seseorang bernama Honda bisa jadi namanya ditulis dengan kanji 本田 atau 本多.

Kerumitan makin menjadi kalau sudah menyangkut nama diri. Ada berbagai cara membaca kanji untuk nama diri, dan orang Jepang memberi nama diri nyaris tanpa pola tertentu. Akibatnya nama seseorang tidak bisa ditebak cara membacanya hanya dengan melihat kanjinya. Kita harus mengkonfirmasi langsung ke yang bersangkutan, dengan kanji apa namanya ditulis dan bagaimana cara melafalkannya. Formulir di Jepang pada kolom nama orang selalu dilengkapi dengan kolom untuk menuliskan kanji serta cara membacanya (furigana).

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s