Kaisha wo seikou saseru

Tahun pertama saya bergabung di perusahaan tempat saya bekerja saat ini saya diundang untuk mengunjungi kantor pusat kami di Jepang. Saat bergabung sebagai manager di awal Januari 2007, perusahaan dalam masa persiapan produksi. Pabrik baru selesai dibangun, mesin-mesin dan bahan baku sedang diimpor, sumber daya manusia harus direkrut. Begitu bergabung, saya langsung disibukkan oleh urusan teknis, sehingga tidak punya kesempatan untuk mengenal seluk beluk perusahaan. Saat produksi memasuki masa off-season, saya diundang ke kantor pusat di Jepang untuk mengenal perusahaan lebih dekat.

Kesan saya, ini perusahaan skala kecil. Saya menyimpulkan itu setelah melihat ukuran pabrik, dan juga suasana perusahaan. Iklim kekeluargaan sangat terasa. Saya senang, karena saya disambut bagai anggota keluarga baru. Diperkenalkan dengan seluruh bagian, dan tentu saja itu diikuti dengan acara makan malam (shokujikai) bersama anggota tiap bagian.

Salah satu petinggi perusahaan yang segera akrab dengan saya dalah Direktur Teknik. Usia kami hanya terpaut beberapa tahun, dia lebih tua dari saya. Di masa kunjungan singkat saya itu dia menyempatkan diri mengajak saya menginap satu malam di rumahnya untuk berkenalan dengan keluarganya.

Setelah makan malam, sambil menikmati minuman kami berbincang tentang banyak hal. Umumnya mengenai mimpi-mimpi kami pada perusahaan yang baru saja berdiri di Indonesia.

Dalam sepotong pembicaraan saya mengungkapkan rasa senang saya karena sudah diterima bekerja di perusahaan ini. Terlebih saya dipercaya untuk menempati posisi manager, padahal saya sama sekali tidak punya pengalaman kerja di perusahaan.

Sono reberu de manzoku site wa, dame yo.“ komentar teman saya yang Direktur tadi. „Shacho wo mezase, yo Hasan.“ Dia mengingatkan saya untuk tidak cepat puas, karena saya sudah menjadi manager. Saya harus memasang target menjadi Presdir.

Dia menambahkan bahwa hal itu bukan basa-basi. Dia meyakinkan saya bahwa manajemen di perusahaan induk memang sudah mempercayai saya. Langkah ke arah itu akan diambil dengan mengangkat saya menjadi direktur. (Beberapa bulan kemudian janji itu diwujudkan).

Nasihat dia tak berhenti sampai di situ. Dia mengatakan pada saya bahwa saya punya dua pilihan, yaitu “kaisha de seiko suru“ artinya (saya) sukses di perusahaan, atau „kaisha wo seiko saseru“ artinya membawa perusahaan kepada kesuksesan.

Ia menjelaskan lebih lanjut, bahwa kalau saya sukses di perusahaan artinya saya berhasil menapaki jenjang karir, menuju jenjang yang lebih tinggi. Itu prestasi saya sebagai individu. Yang saya „kalahkan“ adalah rekan-rekan sekerja saya. Sementara itu, kalau saya membawa perusahaan menjadi perusahaan yang sukses, saya justru membawa rekan-rekan sekerja saya untuk sukses bersama.

Saya melihat ini sebagai bagian dari konsep uchi, di mana perusahaan adalah rumah tempat bernaung bagi anggota keluarga, yaitu para karyawan perusahaan. Kerja individu dihargai, tapi kerja sebagai anggota kelompok dihargai lebih. Orang dipacu untuk mengerahkan energinya bagi kemajuan, tidak perlu terlalu banyak tenaga dibuang untuk mengalahkan rekan sekerja.

Dalam sistem seperti ini hirarki senioritas menjadi sangat penting. Promosi ke jenjang lebih tinggi akan berlaku dengan hukum urut kacang, berdasarkan urutan senioritas. Artinya, promosi seseorang di level bawah baru akan terjadi bila ada kekosongan posisi di atasnya, karena pengisi posisi tersebut naik ke jenjang yang lebih tinggi. Akibatnya tidak sedikit orang dengan bakat dan kemampuan di atas rata-rata yang frustrasi dengan situasi ini.

Kembali ke obrolan kami tadi, dalam posisi saya sekarang di mana saya nyaris tidak punya saingan, kaisha de seiko suru bukan lagi sebuah agenda penting. Yang lebih penting adalah kaisha wo seiko saseru. Dan ini tidak mudah.

Pos ini dipublikasikan di Kerja. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kaisha wo seikou saseru

  1. Hamzah berkata:

    pencerahan bagi saya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s