Tsukiai dan Shinrai

Perusahaan tempat saya bekerja baru saja memperoleh pelanggan baru. Pelanggan ini adalah sebuah perusahaan produsen pulpen. Kami sebagai perusahaan plastik injeksi, mencetak batang, dan tutup pulpen tersebut. Ini berarti kami memulai sebuah tsukiai, hubungan baik, yang baru. Sebagai bagian dari tradisi tsukiai, saya lantas memerintahkan staf saya untuk mengganti seluruh pulpen yang dipakai di kantor dengan pulpen buatan pelanggan baru kami tadi. Saya pernah menjelaskan konsep ini dalam tulisan terdahulu.

Suatu hubungan baik (tsukiai) berbasis pada kepercayaan (shinrai). Saya mengganti semua pulpen yang kami pakai tidak sekedar sebagai cara untuk mengambil hati pelanggan baru tersebut. Dengan memakai produk mereka kami menunjukkan kepercayaan kami bahwa produk tersebut memang layak pakai.

Perjalanan hingga kami memperoleh kepercayaan mengerjakan produk pelanggan tadi tak terlepas dari pentingnya shinrai tadi. Sebagai perusahaan plastik injeksi, meski menjual produk posisi kami lebih mirip dengan perusahaan jasa. Kami menerima cetak (mold) dari pelanggan, dan dengan cetak itu kami membuat produk. Artinya produk yang kami buat khusus untuk pelanggan tersebut, tidak dijual ke perusahaan lain. Sebaliknya pelanggan kami juga tidak membeli kebutuhannya tersebut dari pasar bebas.

Dalam situasi yang demikian kepercayaan adalah hal yang tak bisa ditawar. Kami menerima aset pelanggan berupa cetak. Itu artinya kami harus menjaga aset tersebut dengan benar. Lalu kami juga harus membuat dan memasok produk dengan kualitas yang baik serta memenuhi jadwal yang telah ditetapkan. Karenanya tak mudah bagi perusahaan seperti kami untuk menerima pesanan pekerjaan. Kami harus benar-benar meyakinkan calon pelanggan kami bahwa kami bisa dipercaya.

Kepercayaan di antara orang Jepang tidak jarang dibangun melalui hubungan baik antar pribadi, sebelum menjadi hubungan kepercayaan antar perusahaan. Demikianlah yang terjadi pada pelanggan tadi. Sudah sejak lama manejer saya (orang Jepang) membangun hubungan pertemanan dengan manejer di perusahaan tersebut. Dari hubungan pribadi itu mereka melangkah ke jenjang lebih jauh, memperluas hubungan pribadi itu menjadi hubungan antar perusahaan.

Dalam perjalanan bisnis biasanya pasti muncul masalah. Melalui hubungan baik antar pribadi yang terlibat berbagai masalah yang muncul bias dibicarakan dengan cara yang baik, sehingga dapat dicarikan penyelesaian yang baik. Demikianlah hubungan penting antara tsukiai dengan shinrai.

+++

Setelah ada kepastian bahwa kami akan memperoleh kepastian bahwa kami akan mendapatkan pekerjaan tadi, saya langsung menghubungi perusahaan pemasok bahan baku plastik. Perusahaan ini adalah bagian dari sebuah perusahaan besar di Jepang. Kebetulan untuk masa awal kerja sama ini kebutuhan kami tidak besar. Perusahaan ini menunjukkan keengganan melayani kami. Mereka mengajukan syarat-syarat yang cukup rumit, di antaranya kami harus membayar di muka untuk setiap pembelian.

Untungnya sister company kami yang juga berada di Indonesia sudah terlebih dahulu mendapat pasokan bahan baku dari perusahaan tadi. Bahkan grup perusahaan tersebut punya saham di sister company kami. Mengetahui hal itu, manejer perusahaan pemasok tadi langsung berkunjung ke perusahaan kami untuk melakukan pembicaraan. Akhirnya kami dilayani dengan pasokan dengan syarat-syarat yang lebih ringan.

Keputusan itu dibuat dengan latar belakang bahwa mereka punya jaminan kepercayaan, karena tahu siapa yang berada di belakang perusahaan kami. Di samping itu mereka juga hendak menunjukkan rasa hormat pada hubungan baik yang telah mereka jalin dengan sister company kami. Bagi kami ini adalah keuntungan. Tapi pada saat yang sama kami juga perlu menjaga hubungan baik yang sudah terlebih dulu dibangun tadi.

Pos ini dipublikasikan di Kerja dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s