Kakifurai

Musim dingin di Jepang. Itu berarti musim tiram (kaki, 牡蠣). Kebetulan dulu saya tinggal di Sendai, salah satu daerah penghasil tiram yang terkenal di Jepang. Daerah lain yang juga terkenal sebagai penghasil tiram adalah Hiroshima.
Kakifurai
Tiram adalah sejenis kerang. Ia hidup menempel pada batu-batu di pinggir pantai. Di kampung saya di Kalimantan, kerap saya temukan tiram hidup menempel di akar bakau. Tapi tiram sepertinya tak populer dalam budaya kuliner kita. Jarang kita temukan masakan dengan bahan baku tiram.
Tiram mentah siap santap
Jepang dan Perancis adalah dua negara yang menonjol dalam memanfaatkan tiram dalam khazanah kulinernya. Dua negara ini pula yang terbilang sukses melakukan budidaya tiram. Di Matsushima, sebuah kawasan wisata yang tak jauh dari kota Sendai (Miyagi Prefecture) kita bisa menemukan salah satu sentra budidaya tiram di Jepang. Bibit (anak) tiram diiikatkan di sepanjang tali, lalu digantungkan terendam di laut.
Budidaya tiram.
Baik di Jepang maupun Perancis, tiram bisa dimakan dalam keadaan mentah. Cukup disiram dengan perasan air jeruk lemon. Tapi saya lebih menyukai kaki furai. Secara lateral ini berarti tiram goreng. Tapi jangan pernah mencoba menyemplungkan tiram dalam minyak panas di penggorengan, karena Anda akan memperoleh ledakan yang berbahaya. Tiram harus digoreng dengan dibalut tepung.

Berikut cara memasak kaki furai, atau tiram goreng.

Tiram, yang biasanya dibeli dalam keadaan sudah dikupas, dicuci bersih. Untuk membersihkan lebih lanjut, tiriskan air cucian lalu tambahkan parutan lobak (daikon), lalu diamkan sejenak. Kotoran yang melekat pada tiram akan diserap oleh parutan lobak. Selanjutnya cuci lagi tiram, dan sisihkan sisa parutan lobak yang melekat di daging tiram.

Bumbui tiram dengan garam, merica dan ketumbar bubuk. Aduk hingga rata, diamkan selama kurang lebih 15 menit. Kemudian lumuri setiap tiram dengan tepung kanji. Kalau tiramnya kecil, gabung 2-3 ekor menjadi satu gumpalan.

Selanjutnya lumuri gumpalan tiram tadi dengan putih telur, lalu balut dengan tepung roti. Kemudian goreng dalam minyak goreng yg banyak di atas api sedang.

Hidangkan bersama rajangan kol dan mayones.

Pos ini dipublikasikan di Makanan dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s