Jaminan Kesehatan di Jepang

Di negara kita sering berkembang wacana untuk membebaskan biaya berobat bagi warga miskin. Niat ini boleh jadi baik. Tapi ada sisi buruknya. Karena biaya berobat gratis, orang mungkin akan lalai menjaga kesehatan. Toh kalau nanti sakit akan ada yang membayari.

Dalam hal penyediaan jaminan kesehatan, Jepang mungkin bisa jadi contoh yang baik. Di  Jepang  biaya berobat dan perawatan kesehatan tidak gratis. Orang harus membayar sekitar 30 % dari total biaya saat berobat. Sisanya dibayar oleh asuransi. Program asuransi kesehatan ini sendiri adalah program yang wajib diikuti oleh semua penduduk, termasuk warga asing yang bermukim di Jepang.

Perlindungan terhadap warga yang kurang mampu terlihat pada premi asuransi. Untuk warga yang kurang mampu diberikan potongan hingga 70-80%. Dengan potongan ini keluarga dengan 2 orang anak hanya perlu membayar sekitar 3000 yen per bulan (sekitar 300,000 rupiah dengan kurs sekarang). Tanpa potongan premi asuransi bisa mencapai 21,000 yen.

Bagaimana mengukur kemampuan seseorang? Dasarnya adalah laporan pembayaran pajak setiap tahun. Di situ akan terlihat berapa penghasilan seseorang serta berapa tanggungannya. Cara perhitungannya sendiri sedikit berbeda antara satu tempat dengan yang lain. Rata-rata seseorang harus mengeluarkan sekitar 7,5-8,5% dari penghasilannya untuk dibayarkan sebagai biaya asuransi kesehatan.

Bagi orang yang tidak punya penghasilan, biaya asuransi adalah seperti yang saya tuliskan di atas. Beasiswa tidak termasuk kategori penghasilan, karena tidak dikenai pajak penghasilan. Karena itu mahasiswa asing yang sedang belajar di Jepang hanya diwajibkan membayar asuransi sebanyak yang dibayarkan orang tanpa penghasilan, meski beasiswa yang mereka terima terbilang cukup banyak.

Waktu saya masih tinggal di Jepang dulu biaya berobat untuk anak-anak gratis sama sekali. Untuk rawat jalan sampai usia 4 tahun, sedangkan untuk dokter gigi dan rawat inap gratis hingga anak berusia 5 tahun. Kini sepertinya peraturan ini sedikit berubah. Untuk anak-anak tetap harus membayar sekitar 10% saat berobat.

Ada hal menarik lagi. Biaya melahirkan di rumah sakit tidak ditanggung asuransi. Artinya orang harus membayar sendiri. Tapi sebagai ganti asuransi akan memberikan bantuan sekitar 350,000 yen. Uang ini biasa dipakai untuk biaya melahirkan.

Di luar itu, pemerintah Jepang memberikan bantuan untuk pengasuhan anak. Dulu anak pertama dan kedua masing-masing menerima 5,000 yen per bulan. Anak ketiga dan selanjutnya mendapat 10,000 yen per bulan per anak. Kini kabarnya angka tunjangan itu akan diperbesar untuk merangsang orang punya anak, karena Jepang mulai kekurangan penduduk.

https://budayajepang.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Sosial. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Jaminan Kesehatan di Jepang

  1. agengindra berkata:

    info bagus nih. Kunjungi balik ya🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s