Aisatsu: A business greeting

Salam, sapaan atau greeting, yang dalam bahasa Jepang disebut aisatsu sangat penting dalam budaya Jepang. Dalam konteks kehidupan sehari-hari soal aisatsu ini sudah pernah pernah saya bahas dalam tulisan sebelumnya. Kali ini saya akan membahas aisatsu dalam konteks bisnis.

Dalam konteks binis aisatsu tidak hanya soal sapaan verbal belaka, tapi bentuknya berupa kegiatan sowan. Saat perusahaan saya mendapat order dalam jumlah yang cukup besar dari perusahaan lain, presiden direktur menyempatkan diri berkunjung ke Indonesia untuk menemui pimpinan perusahaan pemberi order tadi, untuk sowan. Hanya untuk keperluan itu dia datang dari Jepang. Dalam kesempatan itu disampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami, disertai harapan agar kerja sama bisnis tersebut dapat berlangsung dalam jangka panjang dan saling menguntungkan.

Saya juga sering berhubungan dengan perusahaan Jepang di Indonesia. Hubungan bisa dimulai secara top down, di mana sesama ekspatriat Jepang saling bertemu, sepakat untuk bekerja sama, lalu memerintahkan struktur di bawahnya untuk melakukan tindak lanjut. Tapi bisa juga struktur di bawah yang membuat kesepakatan. Saat kerja sama akan atau mulai berjalan biasanya orang Jepang yang menjadi atasan akan datang untuk menyampaikan aisatsu.

Salesman perusahaan juga sering datang untuk memperkenalkan produk maupun layanan. Hal tersebut juga dikategorikan aisatsu.

Aisatsu juga biasanya dilakukan oleh orang yang baru bertugas, dan orang yang hendak mengakhiri masa tugas. Mereka biasanya datang berbarengan. Si pendahulu datang berpamitan, sekaligus memperkenalkan penggantinya. Mereka mendatangi pelanggan, juga pihak-pihak yang banyak terlibat membantu urusan bisnis. Orang yang lebih muda (kouhai) juga harus mendatangi yang lebih tua (senpai).

Di luar itu, secara periodik orang Jepang akan sowan untuk menyampaikan aisatsu pada kesempatan khusus, seperti tahun baru. Atau setiap beberapa bulan, bila diperlukan.

Secara keseluruhan aisatsu adalah media untuk menjaga hubungan baik (tsukiai). Melalui aisatsu ini komunikasi dibina. Pelanggan dapat menyampaikan keluhan, atau kebutuhan mereka. Dengan cara ini hubungan bisnis jangka panjang dapat dibina.

Kelalaian dalam menyampaikan aisatsu bisa dianggap sebagai pelanggaran tata krama (shitsurei). Ini bisa berakibat fatal, seperti terputusnya hubungan bisnis.

https://budayajepang.wordpress.com

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Aisatsu: A business greeting

  1. pasta girl berkata:

    terimakasih atas infonya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s